RIA Developer Specializing in Adobe Technology

Ahmad Fathi Hadi

Archive for January, 2010

Gathering Indonesian Flex Community Adobe User Group

2 Comments »

January 26th, 2010 Posted 00:45

Akhirnya setelah sekian lama tidak berkumpul lagi, kini Indonesian Flex Community akan mengadakan acara Gathering.

Gathering Indonesian Flex Community Adobe User Group - 6 Feb 2010

Gathering Indonesian Flex Community Adobe User Group - 6 Feb 2010

Klik pada gambar untuk lebih jelasnya.

Be smart for Future [tips and tricks for new students/kiat sukses diawal perkuliahan]

9 Comments »

January 24th, 2010 Posted 10:15

Sabtu kemarin tepatnya tanggal 23-Januari-2010 saya di minta oleh ka’ Kris(mewakili D3 Unggulan Universitas Budi Luhur) untuk menjadi nara sumber pada acara yang jujur saya tidak tau apa nama acara kemarin :D gathering orang tua :D . Saya punya waktu untuk menyiapkan materi sekitar 6 Jam, kerena saya baru ditelfon sekitar jam16:00 hari Jumat.

Acara pada hari sabtu kemarin itu saya diminta memberikan pengalaman saya selama ini, serta motifasi untuk para mahasiswa baru dan orang tua. Saya lebih menekankan kepada cara dan kiat sukses serta apa saja yang harus dilakukan sebagai depoman untuk para mahasiswa baru. Namun waktu yang diberikan cukup singkat, hanya 30 Menit untuk menyampaikan semua materi.

Pada awalnya saya mejelaskan kepada para orang tua dan mahasiswa mengenai apa yang sudah pernah saya lakukan. singkatnya saya menjelaskan bahwa setiap semester saya mempunyai sebuah peningkatan. Lalu dilanjutkan dengan slide ke 9 sebagai awal diskusi, “Siapa Kalian ?”, “Kalian adalah Sekumpulan mahasiswa yang berharap dapat sukses di masa depan”. Semua menyatakan setuju dengan pendapat saya. Kemudian saya mulai menjelaskan apa langkah awal bagi para mahasiswa baru, Yaitu DOA(Hanya berlaku bagi yang memiliki Tuhan).

Saya menjelaskan kepada para mahasiswa mengapa doa menjadi langkah awal bagi mereka. Ini bersadarkan pengalaman saya juga loch. Dulu ketika semester 1, saya mendaftarkan diri saya sebagai calon Asisten di laboratorium komputer Universitas Budi Luhur(Lab yang sangat luas serta banyak tersimpan ilmu), saya diberikan projek pertama sebagai sarat kelulusan menjadi asisten. Pada projek pertama itu terdapat banyak pilihan projek dengan berbagai macam teknik, namun yang menjadi masalah adalah Projek-projek tersebut tidak bisa dipilih, melainkan diUndi. Nach loch, kalau misalkan saya mendapatkan sesuatu yang tidak saya sukai bagaimana jadinya ?, maka saya akan mengerjakannya dengan sangat amat terpaksa. Oleh karena itu saya berdoa memohon kepada Allah agar diberikan suatu yang akan menjadi Masa Depan Saya(Kunci dikabulnya doa bukan pada doa itu sendiri, melainkan keyakinan kita akan dikabulkannya doa tersebut). Maka setelah saya selesai berdoa, saya kembali ke Labkom menanti hasil kocokan. Dan ternyata keluarlah sebuah gulungan kertas dan bertuliskan “WebKom – Adobe Flex”. Pada saat itu saya tidak tau apa itu Adobe Flex, namun semua berawal dari sebuah Doa, dan sekarang saya menjadi Seorang Adobe User Group Manager yang manangani Komunitas Adobe Flex di Indonesia. Mendengar cerita itu para orang tua serta mahasiswa hanya bisa tersenyum dan diharapkan mereka yakin akan Langkah awal merupakan Doa.

Kemudian saya melanjutkan dengan Langkah Kedua, yaitu “Tetapkan motifasi, untuk siapa kalian hidup ? ( Ayah, Ibu, Agama, Negara, Pacar/Istri, atau Diri sendiri )”. Saya rasa hal ini tidak butuh penjelasan lebih, karena semua orang mengerti bahwa jika mempunyai tujuan hidup, untuk siapa anda hidup, maka kita akan memberikan yang terbaik untuk hidup kita.

Nah Sekarang kita masuk ke Intinya, yaitu “Kiat Sukses diawal Perkuliahan”, berikut kiat-kiat sukses diawal perkuliahan (Menurut Ahmad Fathi Hadi) :

  • Perbanyak relasi.
  • Pintar memilih teman.
  • Dekati dosen.
  • Manfaatkan waktu sebaik mungkin.
  • Be different.
  • Lihat dunia luar (Seminar, event,dll).
  • Jangan pernah malu.
  • Kurangi waktu dengan teman seumur.
  • Jadikan setiap langkah sebagai batu loncatan.
  • Jangan pernah biarkan indra anda berinteraksi dengan hal negatif.

Saya akan jelaskan sedikit mengenai Point Terakhir. Manusia memiliki 5 Indra, namun kita akan focus terhadap mata dan telinga. Sebuah contoh yang sangat umum adalah tugas, Misalkan terdapat sebuah tugas yang belum dikerjakan oleh Angga, lalu kemudian Angga bertanya kepada Toni(Toni merupakan mahasiswa yang malas dan kurang pintar, dan Angga pun tau akan hal ini) Tentunya Toni akan menjawab “wah susah banget, engga ngerti, males ah ngerjainnya”. Mendengar stimulus negative ini, indra pendengaran angga akan memberikan sugesti negative kepada otak, sehingga angga akan MALAS mengerjakan Tugas, dan bahkan bisa berakibat buruk dengan akan beranggapannya Angga bahwa tugas itu memang susah seperti yang dikatakan Toni. Berbeda dengan Halnya jika Angga betanya kepada temannya yang pintar dan sudah mengerjakan tugas.

Selesai saya menceritakan hal tersebut seluruh pesertapun kembali tersenyum . Well, lalu apa selanjutnya ?, saya menjelaskan bahwa Tidak semua yang didapatkan di kuliah akan menjadi bekal nanti, sehingga seharusnya mahasiswa harus mempelajari sendiri hal-hal yang tidak didapatkan. Dengan melakukan riset, serta penelitian, mahasiswa akan terbiasa menganggap dirinya pintar dan layak untuk menjadi seorang ilmuan(bukan mahasiswa), bahkan hasil dari penelitian itu pastinya bisa bermanfaat baginya. Dulu ketika saya semester 3, saya sudah mulai terlibat sebuah pengembangan Video Conference di Salah satu Instansi Militer Indonesia, yaitu Markas besar TNI AL. Projek itu selesai dalam 3 bulan riset dan 12 bulan masa implementasi. Walapun hasil akhirnya adalah riset tersebut menjadi mainan disana, tapi bagi saya ini merupakan hal yang cukup membanggakan, karena mainan saya bisa dimainkan di sana.
Kemudian saya memberikan tiga buah gambar yang saya rasa sudah cukup mewakili maksud saya, apa saja yang harus dihindari untuk dilakukan.

Jangan Merokok
Jangan Merokok

Jangan Pacaran
Jangan Pacaran

Jangan Nongkrong
Jangan Nongkrong

Lalu saya lanjutkan dengan menjelaskan tiga mitos, yaitu :

  • Umur tidak mempengaruhi kesuksesan
  • Nasib/Takdir (Tidak ada istilah nasib/ takdir). Dengan doa dan usaha, kita dapat merubahnya J
  • Tidak ada istilah kebetulan.

Ahmad Fathi Hadi
Ahmad Fathi Hadi

Social GPS

6 Comments »

January 16th, 2010 Posted 21:26

Sudah berbulan-bulan saya menghabiskan waktu untuk melakukan riset ini, sebenarnya sangat mudah dan simple, namun berhubung saya harus membuat laporan dari tugas akhir saya ini untuk mendapatkan gelar S.Kom., maka setelah kurang lebih 3 bulan saya baru dapat menyelesaikan semua ini.

Pada awalnya, Social GPS merupakan sebuah konsep untuk interaksi sosial berdasarkan posisi, dimana seorang teman dapat melihat dan mengetahui keberadaan temannya. Namun pada percobaan awal, saya mengimplementasikan konsep Social GPS ini pada tugas akhir saya J.

Oh iya konsep Social GPS ini benar-benar saya fikirkan dan saya temukan sendiri, bukan mencontek atau mengikuti sesuatu yang sudah ada. Dalam arti kata lain, ini merupakan cikal bakal Social GPS yang lebih kompleks lagi.

Skema Metode kerja Aplikasi Social GPS
Skema Metode kerja Aplikasi Social GPS

Gambar diatas menunjukkan skema dari Social GPS. Di mana user yang memiliki mobile device dapat mengakses posisinya, serta melihat posisi keberadaan temannya. Tidak hanya disitu pemegang mobile device pun dapat menaruh status sesuai keberadaannya. Hal ini tentunya akan sangat menarik karena terkadang teman ingin mengetahui posisi temannya, namun biasanya dilakukan dengan cara SMS atau menelepon. Jika kita menggunakan dua cara tadi bisa saja terjadi kebohongan. Oleh karena itu dibutuhkan sesuatu yang pasti akuran, yaitu GPS Device.

Berikut keunggulan Social GPS :

  1. Meningkatkan interaksi sosial.
  2. Bentuk Monitoring keberadaan.
  3. Routing Jalan antar posisi teman,dll
  4. Pengembangan selanjutnya.

Pada pengembangan kali ini saya menggunakan mobile Nokia 5800XM. Dimana mobile jenis ini sudah memiliki GPS Receiver. Untuk Platform, anda dapat menggunakan J2ME, Qt, Symbian, Open C, Web Runtime, atau Flash Lite, tapi kali ini saya menggunakan Flash Lite 3.1. anda dapat melihat beberapa contoh di http://wiki.forum.nokia.com/index.php/Code_snippets_table_for_common_use_cases#Location

Teknologi GPS pada mobile device saat ini sudah cukup berkembang. Banyak teknik dan cara dalam mendapatkan data posisi, hingga saat ini mobile device sudah mendukung 4 metode, yaitu:

1)      Integrated GPS

Mobile Device yang sudah terintegrasikan dengan Chip GPS jenis ini, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan posisi karena dibutuhkan untuk mencari orbit, lokasi satelit, dan tidak tahu dari mana harus memulai pencarian.

2)      Assisted GPS

Assisted GPS bukan merupakan chip, melainkan teknik untuk membantu integrated gps mendapatkan sinyal dari satelit dengan cepat. Layanan ini tidak tergantung operator. A-GPS menggunakan 3G dan 2G dan koneksi jaringan selular GPRS dan koneksi data paket EGPRS, jadi kita juga harus memiliki jalur akses internet yang sudah di setting terlebih dahulu. Akses internet nirkabel saat ini masih belum mendukung A-GPS. A-GPS tersedia di seluruh dunia selama kita memiliki sambungan data dan akses ke jaringan selular. Ketika kita menggunakan A-GPS, mobile device akan mendownload sekitar 10 kilobyte data dari server bantuan, semisal (supl.nokia.com) dan biaya bervariasi untuk setiap jaringannya

3)      Network Based

Dalam kasus ini tidak ada sama sekali satelit yang terlibat, sel id yang melayani menara dikirimkan ke server (supl.nokia.com), lalu server mengirimkan balik berupa posisi Longitude dan Latitude termasuk ketidakpastian. Ada pemetaan antara sel id dan lokasi yang sesuai pada server dengan menggunakan teknologi internal. Dengan metode ini, lokasi di daerah perkotaan dapat lebih akurat dibandingkan dengan daerah pedesaan. Dalam kasus ini, tidak ada operator jaringan yang terlibat, hanya layanan komunikasi data mereka digunakan untuk mentransfer data antara server dan perangkat

4)      Bluetooth GPS

Jika Mobile Device tidak memiliki GPS yang terintegrasi maka perangkat penerima GPS eksternal dapat digunakan untuk memperoleh data di perangkat komunikasi nirkabel melalui Bluetooth. Dalam kasus ini, tidak ada jaringan yang terlibat. Komunikasi yang terjadi hanya antara perangkat mobile dengan GPS eksternal. Lokasi didapat menggunakan data yang diterima melalui perangkat GPS Bluetooth.

Alat GPS biasa tidak dapat digunakan didalam ruangan, sehingga dirasa mobile device lebih unggul karena dapat mendapatkan posisi walaupun didalam ruangan(Network based).

Aplikasi Social GPS ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu, Web User, Web Admin, dan Aplikasi Mobile.

Berikut beberapa screenshot dari Aplikasi Social GPS ini :

Social GPS Print Scrn Web
Social GPS Print Scrn Web

Social GPS Print Scrn Mobile App
Social GPS Print Scrn Mobile App

[To Be Continue]

Tags:
Posted in Riset