Menghargai Proses

Tidak terasa sudah sekitar satu tahun ini saya menjalani sebuah proses, ya sebenarnya dari lahir juga merupakan sebuah proses sih, namun satu tahun ini prosesnya tuh cukup berbeda(Tetep maksa poko’nya). Setahun yang lalu saya masih bekerja di sebuah perusahaan asal Singapore dengan gaji yang cukup menghibur, masih mempunyai pacar, dan masih cukup sehat. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang

Tapi semua berubah ketika saya mulai berfikir dan mengambil sebuah keputusan sebagai langkah awal. Saya merasa ada yang salah selama ini. Banyak orang mengatakan mengenai Zona Aman, Justru saya menilai adalah sebaliknya, Zona Bahaya lebih tepatnya. Saya memutuskan untuk keluar dari Zona Bahaya

Selama ini anda selalu dibohongi oleh para motivator atau kebanyakan orang, loch ko bisa ? Ya coba dengarkan Template yang biasa dipakai oleh mereka selama ini, “Keluarlah dari Zona nyaman anda, cobalah membuat bisnis/usaha sendiri, dan bla bla bla” ini biasanya kalimat favorit para karyawan atau orang-orang yang masih terjebak sistem dimana tenaga dan atau fikiran mereka ditukar dengan uang bulanan. Kalimat tersebut jelas salah karena memberikan anda sebuah sugesti bahwa anda sekarang sedang dalam posisi nyaman, sehingga anda merasa bahwa sudah nyaman dan tidak perlu melanjutkan sisa nasihatnya yaitu membuat bisnis atau usaha sendiri.(Udah nyaman kan ?, ya udah deh gak apa-apa) Ya itu kesalahannya, Padahal Saat ini anda sama sekali tidak nyaman. Coba fikir seberapa nyaman dan amankah anda ? Nyaman dan aman mari kita gabungkan sekarang agar lebih mudah untuk anda membayangkannya. Coba fikirkan dan renungkan lagi, apakah anda sekarang benar-benar berada dalam kondisi yang aman dan nyaman ?

Bagi saya, satu tahun yang lalu saya sedang dalam kondisi atau sebuah zona yang sangat amat berbahaya, ya saya hanya karyawan di sebuah perusahaan, seorang programmer yang dibayar perbulan. saya sadari saya bisa tua, saya bisa sakit, saya bisa bosan dalam bekerja, dan saya ingin lebih. Apakah perusahaan ini akan bertahan lama, apakah perusahaan tempat saya bekerja akan terus ada, apakah akan memberikan pensiun dan menjamin semua kebutuhan saya ?. Rasanya tidak! Disitulah saya menyadari betul bahwa saat itu saya sedang berada dalam zona bahaya. Masihkah anda merasa dalam Zona nyaman ?

Andaikan para motivator merubah kalimatnya menjadi “Anda sedang dalam zona bahaya dan ancaman, segeralah keluar dan buatlah bisnis kalian sendiri”, ya saya yakin akan banyak orang yang lebih sadar. Inilah salah satu point yang ingin saya bagi untuk kalian semua. Manusia biasanya jika dalam kondisi yang berbahaya dia akan berubah

Setelah saya mengundurkan diri atau keluar dari zona bahaya, nampaknya keputusan saya ini benar-benar di uji oleh Allah, saya ditinggalkan oleh kekasih saya pada masa-masa sulit, dan tidak hanya itu saya terus diberi latihan berupa sakit yang muncul bergantian berbagai jenis, dari mulai tipes, alergi, herpes, kerusakan pada lambung, helicobaccter pylori, skelosis, psoreasis, scabies, hingga gigi patah dan masih banyak lagi yang saya gak hapal. Saya yakin semua ini adalah latihan untuk menguatkan saya, semacam leadership training. Alhamdulillah saya cukup menikmati dan menghormati semua proses ini. Hadapi dengan Ikhlas dan Tawakal, ya itu salah satu benefit yang saya rasakan karena memiliki agama dan tuhan seperti Allah SWT.

Freelance IT

Tentu anda bertanya apa yang saya lakukan untuk mencapai kondisi aman dan nyaman. Setelah resign, Saya mencoba freelance mengerjakan project-project IT dari mulai harga ratusan ribu hingga milyaran rupiah, eh tapi tidak seindah yang kalian bayangkan, karena dari puluhan project yang benar-benar beres cuma 3 dengan jumlah kecil. Hingga saat ini banyak yang mengenal saya sebagai Adobe Community Champion dan Adobe User Group Manager, tapi bukan berarti saya bisa dengan mudah mendapatkan project. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan saya, saya juga bingung apa salahnya, coba saya jabarkan apa yang menjadi masalahnya.

Sistem project di Indonesia ini memang ada yang salah :

  1. Client maunya ketemu, ya wajar sih, tapi kadang ketemu bisa sampe berkali kali dan bahkan puluhan kali -_-! Jika setiap ketemu saja kita akan kehilangan setidaknya USD$6 dan beberapa jam waktu hilang untuk sekali pertemuan, yang padahal bisa pakai e-conferencing semisal Skype
  2. Diatas masih termasuk bagus karena clientnya tidak minta kita yang bayarin, ini biasanya untuk project yang jutaan keatas. Client minta di traktir ini itu, aneh kan ?
  3. Pajak Preman, biasanya ada saja preman yang minta uang hasil project 5-35%.
  4. Rampasan Preman, ini yang paling keterlaluan karena kita bisa dirampas hingga 80% dari nilai project. Waktu itu saya dapat project 1,2M untuk pengamanan pentagonnya indonesia, singkat cerita saya cuma dapat bersih 120jt. Udah gitu gak jadi pula, hasil presentasinya dicuri.
  5. Refisi Unlimited, client selalu punya cara untuk memintanya.

Ya mungkin Freelance IT memang tidak cocok untuk saya. Selamat bagi teman-teman freelance yang tidak mengalami nasib seperti saya. Lagipula hingga detik ini-pun saya masih tertatih-tatih karena faktor kesehatan, jadi mungkin kurang maksimal. Namun sepertinya saya harus berfikir kembali kemana saya harus melangkah, hingga akhirnya saya dipertemukan kembali dengan Pa Nazir.

Kisah Pa Nazir

Pasti sebagian orang pernah atau mungkin bosan dengan nama ini, Tapi tidak untuk saya. Sosok Pa Nazir bagi saya adalah sosok yang membuat hati saya bergetar dan sering membuat saya mengeluarkan air mata. Singkat cerita sewaktu S1, saya diberi nilai C oleh Pa Nazir, dan saat S2 bukan nilai C lagi yang saya dapat, justru saya sama sekali tidak diberi nilai oleh beliau. Saya tidak peduli sih, walaupun saya harus mengulang lagi semester depan, tapi saya sudah mendapatkan ilmu yang sangat berharga yaitu “inovasi”. walau saya tidak di ajari cara membuat inovasi itu, tapi saya bersumpah untuk mencoba melakukan inovasi, dan semoga disaat saya berhasil, belian belum dijemput oleh yang maha kuasa. Plis jangan mati dulu pa’, setiap saya doa, pasti saya doa biar pa nazir jangan mati cepat, bahkan doa ini lebih banyak dari doa kesembuhan saya.

Sosok Pa Nazir memberikan banyak inspirasi untuk saya, hingga saya kembali berfikir dan memutuskan untuk berhenti Freelance IT dan memulai untuk membuat sebuah inovasi.

Tandif

Sudah pukul 12:30 Malam pada saat saya menulis di blog ini, sehingga saya akan menceritakan intinya saja(mendadak kehilangan semangat menulis). Jadi jika kita simak dari awal, saya bekerja, lalu resign, kemudian freelance, dan sekarang adalah inovasi. Saya terfikir untuk membuat sebuah inovasi dimana dunia digital dapat dibersihkan dari hal negatif seperti porn, profanity, kekerasan, caci maki, dll, dan muncullah ide membuat Tandif. Saya mulai menolak semua tawaran Freelance yang datang dan mulai fokus riset filtering ini. Cukup menarik adalah disaat riset kita harus meminta izin terdapat orang tua. Saat itu saya menceritakan niat baik saya kepada Umi(Sebutan Ibu dalam bahasa Arab) untuk membuat filtering dan membutuhkan banyak referensi dan pengamatan terhadap hal-hal negatif. Berbekal niat baik itu, Ibu saya mengizinkan saya untuk bebas membuka hal tegatif di internet termasuk situs porno(mohon jangan gunakan ide yang sama untuk dapat membuka akses porno di rumah anda secara leluasa didepan orang tua). Dari riset tersebut banyak hal-hal menarik yang saya temui, dan berbagai metode saya ciptakan, hingga akhirnya saya berhasil merumuskan suatu cara yang sangat sederhana untuk merealisasikan teknologi yang dapat melakukan filtering hal-hal negatif. Anda bisa cek di http://tandif.com

Kini jika anda tanya, saya benar-benar tidak punya uang, bahkan untuk mewujudkan hasil riset ini pun saya harus meminjam uang yang tidak sedikit. Apapun proses-nya hormatilah, saya berharap semoga saya terus diberi kekuatan untuk bersyukur dan menikmati semua proses ini.

Investor

Ya ada kemajuan kalau dibaca dari awal, saya diberi kesempatan bertemu dengan seorang Investor, beliau mungkin cukup disegani pastinya di kancah dunia StartUp Company. Namun setelah bertemu dan menjelaskan plan tandif ini, saya cukup terkejut karena mendapatkan sikap yang sangat menarik dari beliau, ide saya tidak dihargai dan dinilai tidak ada buktinya, bahkan dia tidak tahu marketnya apa dan akan seperti apa. Dia juga merubah sikapnya terhadap saya setelah itu, semacam melihat anak kecil yang ingusan.

Ya mungkin saya anak ingusan, tapi setidaknya saya menghormati proses, bahkan dia tidak menghormati saya. Dengan sedih saya pulang dan berfikir kembali, mungkin ini juga bagian dari ujian. Selang 1 minggu setelah kejadian itu, saya bertemu seorang investor lainnya secara tidak sengaja di sebuah tempat makan, dan menceritakan ide saya. Investor itu pun ingin menemui saya kembali untuk mendengar presentasi saya. Akhirnya saya pun diberi kesempatan untuk menjelaskan ide saya secara lebih detail, dan Saya cukup kaget mendegar ucapan beliau, “Saya heran bagaimana si investor yang pertama itu bisa sebodoh itu menolak ide briliat kamu”. Alhamdulillah proses selama ini mulai terlihat checkpoint-nya, namun semua belum berakhir, karena Tandif belum launching :) Bahkan jika nanti Tandif tidak sukses saya tidak akan berhenti untuk terus maju, karena mungkin ┬áproses-nya belum selesai.

Kesimpulan

Hingga saat ini yang saya tulis adalah sebuah proses bukan sebuah kesuksesan dari proses itu, tapi kita semua patut menghargai proses tanpa mengeluh dan tetap menjunjung tinggi semangat dan kejujuran. Berhentilah mendengarkan motivator, anda mampu menjadi motivator diri anda sendiri.

    • cholid_ridwan
    • January 10th, 2012 8:19am

    salam pertamax..

    nice share, memang untuk melewati jurang yg lebar tidak bisa dengan 2 langkah kecil, tapi harus dengan sebuah lompatan besar

    semangat bang fathi :D

    *segera menyusul

      • ahmadfathihadi
      • January 8th, 2013 12:44am

      maaf baru bales, luar biasa selamat buat pertamax-nya :)

      Ayo cholid semangat, segera menyusul ya

  1. Semoga USAHANYA di mudahkan dan selalu diberikan PENTUNJUK, jika mark zumberk sukses dengan Facebooknya.. semoga Ahmad Fathi Hadi sukses dengan Tandif.com nya

    saya PASTI segera menyusul..

    *minta doanya juga.. :2thumbup :shakehand2

    • arion
    • January 11th, 2012 9:53am

    ini benar benar inspiratif bang!! 4 acungan jempol…. saya setuju banget. :-)

    • ira
    • January 7th, 2013 10:36pm

    salam kenal..senang skali bisa menemukan web ini. saya baru 6 blnan resign dan setiap iman goyah pasti lgsg padam semangat juang dan berasa tenggelam kehilangan jati diri. kesukaan saya adalah menjahit tas dan membuat risoles sehingga saya berniat mensukseskan ‘bakat’ itu mnjadi bisnis yang mghasilkan kemakmuran. Sejauh ini yang saya jalankan baru pembuatan tas, oleh saya sendiri. Saya blum ambil karyawan krn hasilnya blum kliatan. saya inginnya seperti mas ini..mengerjakan bisnis yang kita kuasai (jadi tdk tergantung karyawan). mari kita saling mendo’akan untuk kesuksesan dan kemakmuran !kita tdk pernah tahu dari mulut siapa Allah mengabulkan do’a. Bukankah bgtu? :)

  1. September 23rd, 2012

[+] kaskus emoticons