Madinah Al-Munawarah

Ini memang bukan kunjungan saya yang pertama kali menuju Madinah Al-Munawarah, melainkan untuk yang ke Tiga kalinya. Pertama kali waktu saya masih kecil dan sudah dapat dipastikan saya tidak ingat sama sekali. kedua kalinya saya lupa ketika umur berapa tapi seingat saya sekitar umur 18 tahun jadi saya masih ingat sekali jalanan dan suasana Madinah. Ditambah lagi dengan kemampuan saya berbicara bahasa arab yang sangat lancar, merupakan nilai lebih yang mempermudahkan perjalanan.

Bagi anda yang sudah pernah mengunjungi Madinah dan Makkah pasti mengerti dan merasakan perbedaan yang besar dari kedua kota suci itu, Makkah yang kasar dan Madinah yang lembut. Awalnya saya bertanya kenapa perbedaan ini besar sekali dan mencolok, dari mulai awal pintu kota Madinah, saya merasakan suatu perasaan tenang dan damai. Kenapa ? kemungkinan besar karena Rasulullah di kuburkan di kota ini, inilah tempat peristirahatan terakhir Rasulullah.

Awal memasuki Madinah, hati orang yang memasukinya akan tenang dan damai, memasuki lebih dalam lagi kota Madinah memberikan suatu kepastian dan keyakinan akan kedamaian yang dirasakan di awal pintu masuk kota. Tinggal didalamnya tentu lain cerita, berjalan kaki dan mengitari kota madinah, melihat toko-toko sembari menuju Masjid Nabawi merupakan perasaan paling membahagiakan yang pernah saya alami selama ini. Luar biasa inilah perasaan damai yang saya cari selama ini, ternyata ada di kota ini, mengingat kenyataan bahwa saya tinggal di Jakarta merupakan hal yang amat menyakitkan bagi saya yang selama ini telah menemukan kedamaian di kota lain. Saya yakin bahwa saya tidak berlebihan mendeskripsikan Madinah, toh terbukti Rasulullah memilih kota ini sebagai tempat hijrah, dan rasulullah memilih kota ini untuk tempat peristirahatan terakhirnya.

Saya mempunyai impian untuk bisa menghabiskan sisa umur di Madinah dan dikuburkan disana, hal ini sering saya ceritakan ke orang-orang. Tidak hanya kotanya saja, tapi para penduduknya pun luar biasa baik dan tenang, berbeda sekali dengan para penduduk Mekkah. Ya Allah izinkah saya meninggal dan dikuburkan di Madinah !

Pada perjalanan kemarin, kebetulan saya dan beberapa jamaah dari Indonesia menggunakan taxi di Madinah untuk pergi ke suatu tempat. Didalam taxi karena hanya saya yang bisa berbicara bahasa arab, maka percakapan ringanpun terjadi, dan puncaknya terjadi ketika saya menceritakan kepada supir yang merupakan penduduk asli madinah itu bahwa saya ingin sekali meninggal dan di kubur diMadinah. Air mata tidak dapat lagi terbendung, namun suasanya menjadi semakin parah ketika sang supir mengatakan bahwa iya ingin sekali meninggal ketika ia sedang memberikan salam ketika berziarah di makam Rasulullah. Selepas ucapannya itu saya menangis deras di taxi yang memang sudah dari awal saya mengeluarkan air mata. Sungguh luar biasa impian supir taxi itu, ternyata impian saya selama ini tidak ada apa-apanya dibanding impian dia.

Tapi tunggu, belum selesai ucapan supir taxi ini, dia berkata “tahukan kamu kenapa saya ingin meninggal ketika saya sedang memberikan salam kepada rasulullah ketika sedang melakukan ziarah ?” Saya bertanya kenapa ?, dan dia menjelaskan bahwa manusia akan bangkit kembali sesuai dengan bagaimana dia mati, jika dia mati ketika bersujud, maka dia akan bangkit ketika bersujud. Jika ia mati ketika berzina, maka ia akan bangkit dengan keadaan yang buruk. “Kamu bisa bayangkan nanti ketika saya bangkit, saya akan berada dekat dengan Rasulullah sambil memberikannya salam”. Mendengar itu semakin deras saya menangis dan membuat jamaah indonesia lainnya bertanya-tanya ada apa. Kebetulan memang sudah dekat dengan tujuan dan kami turun, lalu sambil mengelap air mata saya menceritakan percakapan saya dengan supir taxi kepada para jamaah indonesia yang bersama saya.

Semoga kita semua bisa berziarah kembali ke Madinah Al-Munawarah.

RESTful API Frameworks for PHP

Selama ini saya sering mendapatkan pertanyaan bervariasi mengenai REST dan API. Kalau anda bingung apa itu REST silahkan searching sendiri di google atau bisa baca sedikit di link berikut http://augindonesia.org/tandif-filtering-rest-api-adobe-air/. Lalu sebagian teman-teman developer atau yang kebetulan ingin membuat juga REST API bertanya kepada saya bagaimana caranya. Sebenarnya sudah banyak bertebaran dimana-mana REST Framework yang tinggal dipakai, dan pastinya tergantung dari bahasa pemrograman yang akan dipakai.

Jika anda akan serius membuat REST API untuk konsumsi publik, saya amat sangat tidak menyarankan anda untuk menggunakan PHP, kecuali anda menyulapnya menggunakan hip-hop PHP. Well tanpa berbasa basi lagi, ini lah list RESTful API Frameworks untuk PHP :

  • Slim, Saya sangat menyukai yang satu ini karena pengembangannya termasuk yang paling aktif dan serius dibandingkan Framework sejenis lainnya dan cukup lengkap.
  • Restler, Ini yang termasuk paling mudah dan asik untuk newbie, saya menyarankan anda untuk mencoba ini terlebih dahulu, kebetulan saya pernah berkontribusi sedikit dan Developernya adalah teman saya https://twitter.com/_Arul. (Special Thanks for helping me all this time)
  • Frapi, Frapi menyediakan web apps untuk membuat kerangka code.
  • Apify, Jika anda sudah terbiasa dengan Zend Framework, maka pasti bisa menggunakan ini.
  • Recess, Yang satu ini menggunakan MVC Style.
  • Zend Framework, Zend Framework memang sangat disegani dan juga menyediakan Class Zend_Rest_Server. Tapi sayangnya sangat mengecewakan sekali. Ingat ! jangan pakai Zend Framework untuk membuat REST API Server.
  • Tonic, Anda bisa coba sendiri yang satu ini, terlihat mudah tapi sayangnya dokumentasi tidak jelas dan tidak lengkap.
  • Dave, Jangan pakai ya ! Developernya saja sudah tidak mau ngurus lagi :D
  • Epiphany, Support module dan cukup menarik
  • SimpleREST, Sangat simple dan saat ini baru mensuport GET dan POST saja.
  • Limonade, Menurut si developer Limonade terispirasi dari framework lainnya seperti Sinatra atau Camping di Ruby, dan Orbit di Lua.

Jika anda bertanya saya pilih mana ? saya akan pilih Restler dan Slim. keduanya memiliki keunggulan masing-masing, Jika anda ingin suatu yang mudah dan powerfull, silahkan gunakan Restler, Jika API yang akan anda bangun cukup rumit dan bersifat custom, silahkan gunakan Slim.

Sebagian framework diatas mendukung custom view, silahkan pilih dengan bijak !

UPDATE :

Pada saat pertama kali artikel ini ditulis, saya agak condong untuk memilih Slim, namun saya sangat kaget melihat update dari Restler dengan versi barunya, yaitu versi 3. Banyak sekali peningkatan dan sangat advance tanpa learning curve, sehingga saya sekarang sangat menyarankan untuk para pembaca menggunakan Restler 3(saat ini masih RC3).

Teknologi dibalik Google reCAPTCHA

بسم الله الرحمن الرحيم

Mungkin kita sudah sering melihat reCAPTCHA, terutama di form registrasi atau login seperti di kaskus.

Nah pertanyaannya sudah pada tahu belum cara kerjanya ?

Pada dasarnya CAPTCHA( “completely automated public Turing test to tell computers and humans apart” ) adalah suatu cara untuk memastikan bahwa yang berinteraksi dengan komputer adalah manusia dan bukan program/bot. Namun bot bisa saja menggunakan teknologi OCR, dimana gambar bisa menjadi text. Terus terang OCR adalah favorite saya untuk menyalin isi buku tanpa menulis/mengetik kembali isi buku tersebut. Cukup dengan Scan buku/tulisan lalu dari format gambar bisa menjadi text dengan OCR. nah beruntungnya saat ini teknologi OCR tidak terlalu canggih. hal inilah yang dimanfaatkan oleh reCAPTCHA. reCAPTCHA menggunakan kata-kata yang gagal di translate oleh OCR, sehingga bot yg menggunakan OCR sekalipun akan susah untuk melakukan aksinya.

Hasil Scan buku

Hasil OCR
The Hreckinridge‘ and Lane Democrats, having taken courage at the recent eastern advises, are [xxxxxxxxxx] energetically for the campaign: Several prominent Democrats who at first favored DonoLea, are coming out. for the other aide, apparently under the [xxxxxxxx] of Federal [xxxxxxxxx]. An address to the National Democracy of ,1ifornia, urging the party to support HaeeslipslDas, has recently been published, which manifestly bss strengthened that aide of the [xxxxxxxxx]: It is signed by 65 Democrats, many of whom occupy respectab e and prominent positions in the party, 22 of them are Federal office-holders, [xxxxx] more are recipients of Federal patronage, and the others represent a mass of politicians giving the document [xxxx] [xxxxxx] mTheDcu8las Democrats are also active The Irish and German vote will mostly go with ths# branch of the party, but it is[xxxxxxxxx] to [xxxxxxxx] [xxxxx] [xxxx] [xx] the stronger. Thus far 17 IT newspapers have declared for DonGres, 13 for Base$- IaaIDGS and 9 remain non-committal, with even chances of going either way. Under these circumstances the Republicans entertain not unjustifiable hopes that the Democratic divisions may be so equal,- ly balanced as to give the State [xx] LIaCOLV. Same very [xxxxxxx] Bell and Everett meetings have been held in different parts of the State, bat thus far that party does not exhibit much rank sad ale air en.

Nah kata-kata yang gagal di scan oleh OCR itu yang dipakai oleh reCAPTCHA.

sample-ocr.png (544×108)

OK, jadi kurang lebihnya seperti ini prosesnya…

Satu lagi kelebihan reCAPTCHA yaitu mencatat semua IP yang mengakses reCAPTCHA, tujuannya adalah untuk mengetaui IP mana yang selalu sukses dalam memasukkan kata dalam reCAPTCHA dalam kurun waktu tertentu, karena dihawatirkan ini adalah bot.

Semoga sekiranya dapat menambah wawasan semua pembaca

Clear/Flush DNS cache di Windows / Linux / Mac

Bagi anda yang terus menerus mendapatkan DNS Error ketika sedang browsing, sedangkan komputer di sebelah anda atau komputer lainnya tidak mengalami masalah serupa, kemungkinan besar ini karena masalah DNS Cache pada komputer anda. Solusinya anda harus mereload DNS cache pada mesin anda. Terkadang ini terjadi juga kalau anda habis migrasi ns domain, dan masih saja ns merujuk ke alamat yang lama.

Dan berikut caranya,

Windows

  1. Start >> Run >> cmd (Pada windows Vista atau 7, klik kanan lalu Run as Administrator)
  2. Ketik “ipconfig /flushdns” (Tanpa kutip)

atau

  1. Start >> Run >> cmd (Pada windows Vista atau 7, klik kanan lalu Run as Administrator)
  2. Ketik “net stop dnscache” (Tanpa kutip)
  3. Ketik “net start dnscache” (Tanpa kutip)

Linux

  1. Ketik “cd /etc/rc.d/init.d” (Tanpa kutip)
  2. Ketik “./nscd restart ” (Tanpa kutip)

Mac Tiger

Ketik “lookupd -flushcache” (Tanpa kutip)

Mac Leopard

Ketik “dscacheutil -flushcache” (Tanpa kutip)

Toilet

Bagi warga negara Indonesia, mungkin sudah terbiasa dengan toilet yang kotor, bahkan kewajiban membayar sejumlah uang jika kita menggunakan toilet tersebut. Banyak yang bilang negeri ini kencing saja harus bayar, Terdengar wajar ? Tentu saja tidak.

Baiklah, mari lupakan sejenak soal Indonesia. Minggu yang lalu saya melakukan perjalanan ke Singapore selama 4 hari untuk pameran startup company yang saya dirikan. Pastinya banyak yang saya pelajari dari perjalanan ini. Seperti yang kita ketahui bahwa perjalanan mempunyai banyak manfaat, salah satunya untuk menjadi tolak ukur bagi kita apakah lebih maju, sama, atau justru lebih terbelakang dengan negara atau tempat yang kita kunjungi. Mungkin beda dengan temen-teman saya yang sudah pergi hingga kutub utara, saya baru beberapa kali bepergian keluar negeri, termasuk cairo, luxor, alexandria, mekkah, madinah, yaman, singapore, jakarta, jogja, dll.

Ada suatu kejadian yang selalu melekat di otak saya, yaitu ketika saya pergi ke Toilet di bandara Changi Singapore. Ketika saya memasuki toilet bau harum yang tercium, dan disambut oleh senyum seorang kakek tua(70 tahun lebih) yang luar biasa sehat. Sebagai seorang muslim saya tidak bisa menggunakan tisu tanpa air, dan luar biasa kakek ini mengerti apa yang saya cari sebelum saya bertanya, dia menunjukkan saya sebuah tempat khusus yang terdapat air dengan shower gagang dan toilet jongkok. Tidak hanya itu, dia menjagakan troli yang saya bawa. Setelah selesai dia mengarahkan saya ke tempat cuci tangan yang terdapat sabun untuk mencuci tangan. Sembari saya mencuci tangan dia langsung masuk ke toilet yang tadi saya gunakan untuk membersihkannya tanpa menunggu hingga saya keluar.

Saya cuma bisa terkagum-kagum dengan sikap kakek ini, Senyum dan pelayanannya belum pernah saya temukan di negara yang pernah saya kunjungi selama ini. Tidak hanya ini saja, ketika keluar terdapat layar sentuh untuk memberikan feedback atas toilet ini.

Changi Toilet

Changi Toilet

Kalau ada tombol diatas Excellent, pasti sudah saya pilih, Excellent masih kurang menurut saya.

Teman seperjalanan saya sekaligus anggota team sering bertanya kenapa di singapore banyak sekali orang tua yang bekerja sebagai supir taxy, supir bis, pembersih toilet, pembersih jalan, dan pekerjaan lainnya yang seharusnya tidak mereka kerjakan pada umur mereka yang sudah cukup tua ini. Tapi melihat kenyataan yang sangat menarik yaitu hampir semuanya super sehat dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Berbeda dengan para pemuda yang 4LaY, Apa para anak muda tidak malu melihat para orang lansia ini yang justru malah bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya.

Saya pernah membaca sebuah kasus dimana seorang ayah memberikan semua hartanya kepada anaknya, namun setelah itu anaknya malah mengusir ayahnya kejalanan, dan semenjak kasus itu, pemerintah singapore menyuruh untuk semua orang yang sudah tua agar tetep bekerja, seperti untuk pelayanan publik.

Jika anda membaca tulisan ini, ambillah pelajaran karena saya sudah menyempatkan waktu untuk menulis dan berbagi. Bangsa ini akan susah berubah jika kita masih berteriak menyalahkan pemerintah, berubahlah dari diri masing-masing, lalu bantu keluarga dan lingkungan anda berubah.

Free Q&A or Stackoverflow clone

640px-Stack_Overflow.png (640×456)
Yeah, banyak sekali yang bertanya bagaimana cara membuat situs seperti Stackoverflow.com dimana user bisa bertanya dan mendapatkan jawaban dari komunitas. Yang jelas Stackoverflow telah membantu banyak programmer di seluruh dunia(termasuk saya). Stackoverflow dibuat pada 2008 oleh Jeff Atwood dan Joel Spolsky. Ok tanpa basa basi ini dia listnya :

Semoga bermanfaat :)

Tidak ada doa yang tidak terkabul

Banyak dari kita mengeluh bahwa doanya tidak terkabul, atau bahkan lebih parahnya tidak percaya doa akan terkabul. Ada juga yang yakin doanya pasti tidak akan terkabul karena merasa dirinya masih buruk dan kurang dekat dengan tuhan.

Kabar gembira bagi anda semua, Mau doa anda dikabulkan ? PASTI dikabulkan ! garansi 100% uang kembali jika tidak terkabulkan. Mau tau caranya ? simak baik-baik :)

Sebenarnya tidak ada doa maupun lintasan atau getaran hati yang tidak terkabulkan. Namun terkabulnya sebuah doa itu berbeda-beda.

Untuk selanjutnya akan kita gunakan contoh buah Durian, misalnya anda tiba-tiba ingin makan durian malam ini. (perlu di ingat bahwa ini belum doa, baru ingin saja)

Waktu

  1. Langsung terkabul, ya anda ingin makan durian, dan saat itu juga tiba-tiba misalnya ada sanak saudara atau tetangga yang memberikan durian untuk anda pada saat itu juga. Tidak pakai lama, tidak pakai nunggu apa yang anda inginkan terwujud. Ini mungkin yang paling diinginkan oleh semua orang, dan cukup beruntung bagi siapa saja yang keinginan dan doanya langsung terwujud.
  2. Diundur, ketika anda ingin makan durian malam ini, namun lusa anda baru bisa mencicipi apa yang anda inginkan. Ini adalah jenis yang terundur, tidak saat itu juga namun membutuhkan waktu, biasanya manusia ketika meminta sesuatu dia akan cenderung mudah lupa dan sudah pesimis bahwa hal tersebut akan dikabulkan, bisa besok, lusa, minggu depan, atau tahun depan, tapi yang pasti adalah pasti terkabul.

Wujud

  1. Digantikan, anda ingin durian, namun ternyata yang anda dapatkan adalah nangka, ya mirip-mirip tapi apa yang anda inginkan tetep terkabul. pernahkan anda mengalaminya ?
  2. Buang Bala(musibah), misalnya anda tidak jadi kecelakaan, terselamatkan dari musibah, dll. sering kali ketika kita meminta sesuatu, Allah SWT menggantikannya dengan hal ini, dimana jauh lebih berharga dibanding 3 hal diatas jika anda sadari :)

Dimensi

  1. Surga, keinginan anda tetap dan pasti dikabulkan, namun di surga, bukan didunia. loch kenapa ? kan minta di dunia, tapi kenapa di beri disurga ? jawabannya simple, tidak semua yang anda inginkan itu baik untuk anda didunia, sehingga Allah SWT lebih tahu mana yang terbaik untuk anda. Lagian durian di dunia sama di surga pasti beda kan rasanya.

Ok Jadi mulai sekarang YAKINLAH bahwa doa dan keinginan anda PASTI terkabulkan, hanya perihal waktu, wujud dan dimensi saja. Contoh diatas baru ingin durian saja yah, bayangkan bila anda berdoa khusyu’ sambil solat dan bahkan menangis agar terkabul, masa iya tidak terkabulkan. satu lagi, sesungguhnya Allah akan mengikuti perasangka hambanya, jika anda yakin doa anda pasti terkabul, maka Allah pasti akan mengabulkannya.

Berhentilah bertanya mengenai Dalil

Hampir setiap kali saya berbicara dengan orang lain mengenai suatu perkara dalam islam, selalu saja ada orang yang bertanya begini “Mana dalilnya ?”. Ini mungkin terdengar lebih baik dibanding orang yang menelan informasi begitu saja. Misalnya jika saya membohongi dengan berkata bahwa makan nasi itu haram, mungkin jika anda orang yang mudah dibohongi, anda akan langsung percaya karena tidak bertanya mengenai dalilnya.

Tapi yang menjadi permasalahannya adalah untuk orang-orang yang selalu kritis menanyakan dalil, seakan-akan saya sedang membohongi mereka. tahukah anda dalil itu ada berapa macam jenis ? tipe hadis ? golongan ? dan bahkan kecendrungan mazhabnya. ah memang terlalu rumit sepertinya, namun tidak jika kita pelajari ilmu dasarnya. sebelum mempelajari ilmu dasarnya, saya ingin bertanya apakah jika anda mendapatkan dalil yang kuat mengenai suatu perkara, lalu anda akan 100% mengerjakan dan mematuhinya ? tidak juga kan ? lalu ngapain nanya dalilnya -_-. lantaran diberikan dalil tapi gak percaya. atau lebih tepatnya pura-pura tidak percaya dan tidak yakin.

Ketika saya mencari tahu mengenai haramnya musik, saya sudah berkomitmen akan mematuhi 100% hasilnya jika memang haram, saya akan mengharamkan musik untuk diri saya. dan sekarang alhamdulillah saya sudah tidak pernah mendengarkan musik dan menggantikannya dengan mp3 Al-Qur’an. ini lah yang disebut komitmen, namun untuk sebagian orang yang bertanya mana dalilnya, lalu setelah diberikan dalilnya, dia akan berkata “ah masa sih, gak yakin nih, masa gini aja gak boleh”. Terdengar lucu dan konyol bagi saya.

Jadi stop berhenti menanyakan dalil jika memang anda belum/tidak siap menerimanya.

Sekarang mari sedikit kita bahas mengenai ilmu dasar hadis. dasarnya hadis merupakan omongan dari bibir Rasulullah, dan dengan waktu, sampailah kepada kita melalui kutipan atau perantara para sahabat rasulullah(biasanya). Agar mudah saya beri contoh misalnya gini, jika saya bicara kepada teman saya Angga kusuma bin Nugraha, bahwa sesungguhnya naik motor itu enak banget, lalu Angga kusuma bin Nugraha menyampaikannya lagi kepada Adhitya bin Septriyadi. kira-kira hadisnya akan seperti ini,

“Adhitya bin Septriyadi berkata bahwa telah mendengar dari Angga kusuma bin Nugraha bahwa Ahmad Fathi Hadi bersabda bahwa naik motor itu enak banget”

Ok sudah ada gambaran sekarang ?, mari kita lanjutkan.

Ilmu ini disebut ilmu rijalul hadist lalu bagaimana cara mengetahui kebenaran suatu hadis. ok saya beri contoh yang mudah seperti contoh diatas, misalnya,

  1. Ahmad Fathi Hadi tinggal di Jakarta dan tidak pernah keluar jakarta, serta hidup dari 1800-1870
  2. Angga kusuma bin Nugraha hidup di Bali, dan pernah beberapa kali datang ke Jakarta, hidup dari tahun 1810-1865
  3. Adhitya bin Septriyadi tinggal di Jakarta, namun hidup tahun 1872-1930

Bisa dilihat ketidak cocokan pada Adhitya bin Septriyadi, dimana masa hidupnya tidak memungkinkan untuk menerima ucapan dari Angga kusuma bin Nugraha. Maka hadis ini bisa dibilang palsu.

Bagaimana jika contohnya seperti ini,

  1. Ahmad Fathi Hadi tinggal di Jakarta dan tidak pernah keluar jakarta, serta hidup dari 1800-1870
  2. Angga kusuma bin Nugraha hidup di Bali, dan pernah beberapa kali datang ke Jakarta, hidup dari tahun 1810-1865
  3. Adhitya bin Septriyadi tinggal di Jakarta, namun hidup tahun 1859-1928

Coba perhatikan kelahiran Adhitya bin Septriyadi dengan kematian Angga kusuma bin Nugraha, antara 1865 dengan 1859, berarti kemungkinan Adhitya bin Septriyadi berumur 6 tahun, apakah mungkin Adhitya bin Septriyadi dalam umur 6 tahun tersebut menerima pesan, apa mungkin juga Angga kusuma bin Nugraha memberikan pesan tersebut kepada anak berumur 6 tahun ? Walau ada kemungkinan, namun ada kebimbangan, maka hadis ini bisa disebut dhaif/lemah.

Kebetulan saya juga membantu riset seorang prof yang membahas mengenai ilmu ini, jadi agak sedikit tahu.

Hasrat saya adalah Uang

Tertarik dengan judul diatas ? Simak tulisan saya berikut.

Hari ini saya mengikuti acara “Jakarta Startups Club: Bincang Bebas Startups Indonesia”. Acara ini cukup menarik dimana para startup bisa saling berbincang(lebih tepatnya debat). Acara ini dibuka dengan topik “Passion vs Money”. Menurut Aria Rajasa Masna(GantiBaju.com) di artikel yang dia tuliskan untuk DailySocial pada link berikut http://dailysocial.net/2012/04/05/simply-business-uang-dulu-hasrat-akan-mengikuti/, bahwa menurutnya Uang haruslah terlebih dahulu baru Passion akan mengikuti. Anda bisa baca sendiri, karena saya tidak akan menjelaskannya disini.

Sejujurnya saya setuju pendapat ini, namun Pak Eka Ginting berpendapat lain, bahwa Passion dulu dan uang akan datang dengan sendirinya. Ok saya punya sudut pandang yang sedikit melengkapi pendapat pertama, menurut saya Passion yang terbaik adalah Money. Kalau kita hanya punya Passion saja, dan terus mengejar passion tanpa berfikir untuk menghasilkan uang darinya, maka ini merupakan ide buruk menurut saya. Seperti anda yang mempunyai keahlian programming dan menurut anda itu merupakan passion, tapi percuma saja karena anda tidak memikirkan bagaimana menghasilkan uang dari passion anda. Ini lah alasan kebanyakan para programmer terjebak untuk terus menjadi karyawan dibandingkan membuat usaha dari keahliannya dan start make money. Coba fikirkan hal ini sejenak :)

Ketika kita berfikir bahwa hasrat atau passion adalah uang, maka kita akan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan uang(mohon lakukan dengan cara yang halal). Bagaimana jika passion anda disatu bidang tidak dapat menghasilkan uang ? Apa mungkin anda akan tetap ngotot untuk terus mengejar hasrat anda hingga anda kehabisan uang ?. Sebagai manusia yang membutuhkan uang di zaman seperti ini, kita haruslah flexible, jangan hanya bermuka dua, tapi bermuka 1000 jika perlu.

Coba anda pergi ke ITC dan bertanya dengan pedagang celana dalam disana, apakah itu passion dia untuk berjualan celana dalam ? Tentu saja bukan, melainkan Uang!. Bayangkan jika bisnis celana dalamnya gagal, dia akan dengan cepat melakukan bisnis lain untuk menghasilkan uang, karena memang passion dia adalah Uang!.

Jika anda bertanya pengalaman saya mengenai hasrat dan uang, saya punya pengalaman dikeduanya. Selama hampir 5 tahun lebih saya membantu komunitas sebagai Adobe User Group Manager bahkan saya terpilih sebagai Adobe Community Champion. Jujur ini passion saya untuk membantu atau menjadi pelayan komunitas, saya merasa senang bisa membantu banyak orang serta sharing ilmu dan pengalaman kepada mereka. Selama ini saya sama sekali tidak berfikir untuk membuat uang dari passion saya ini dan saya berjanji akan selamanya seperti ini. Namun saya mulai merubah Hasrat saya untuk membuat atau menghasilkan uang pada bidang lain, dan kini saya sedang menjalankan sebuah startup bernama Tandif. Bagi yang belum mengetahui tandif, tandif merupakan platform untuk filtering konten digital dari hal negatif. Jika boleh jujur dalam benak saya, saya berkata seperti ini, “Dengan Tandif saya akan membersihkan dunia digital dari hal negatif, Tuhan akan memberikan saya pahala, dan manusia akan membayar usaha saya dengan uangnya”. Nah ini lebih mantab lagi, bukan hanya passion untuk uang, tapi juga untuk akhirat(hanya berlaku bagi yang memiliki tuhan, apapun agamanya).

Semua yang anda baca diatas adalah sudut pandang para Founder, lalu bagaimana dengan sudut pandang para investor ? menurut Pak Andi S. Boediman, Beliau tidak peduli mana yang terlebih dahulu Passion maupun Uang. Menurut dia adalah value atau nilai dari startup yang akan dia investasikan.

Setelah mendengarkan sudut pandang tersebut saya menjadi sadar, bahwa banyak orang yang mendebatkan hal seperti diatas, Passion dan Money, mana yang harus terlebih dahulu. Padahal jelas untuk sebagain orang ini akan berbeda hasilnya. Lalu untuk apa panjang lebar kita berdebat mengenai hal ini ? Terlihat konyol, Mungkin jawaban sederhananya adalah karena pola fikir kita yang masih berada dalam suatu kelompok. Setelah mendengarkan sudut pandang yang berbeda kita dapat kembali berfikir dan mengembangkan pola fikir kita.

Sedikit penyegar dalam tulisan saya ini, coba lihat karakter Mr Crab yang sangat mencintai uang, ya passion dia adalah uang, bahkan ia dengan senang hati rela menukar sponge bob dengan uang. Walaupun anda mencintai uang, tapi jangan halalkan segala cara untuknya.

Menghargai Proses

Tidak terasa sudah sekitar satu tahun ini saya menjalani sebuah proses, ya sebenarnya dari lahir juga merupakan sebuah proses sih, namun satu tahun ini prosesnya tuh cukup berbeda(Tetep maksa poko’nya). Setahun yang lalu saya masih bekerja di sebuah perusahaan asal Singapore dengan gaji yang cukup menghibur, masih mempunyai pacar, dan masih cukup sehat. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang

Tapi semua berubah ketika saya mulai berfikir dan mengambil sebuah keputusan sebagai langkah awal. Saya merasa ada yang salah selama ini. Banyak orang mengatakan mengenai Zona Aman, Justru saya menilai adalah sebaliknya, Zona Bahaya lebih tepatnya. Saya memutuskan untuk keluar dari Zona Bahaya

Selama ini anda selalu dibohongi oleh para motivator atau kebanyakan orang, loch ko bisa ? Ya coba dengarkan Template yang biasa dipakai oleh mereka selama ini, “Keluarlah dari Zona nyaman anda, cobalah membuat bisnis/usaha sendiri, dan bla bla bla” ini biasanya kalimat favorit para karyawan atau orang-orang yang masih terjebak sistem dimana tenaga dan atau fikiran mereka ditukar dengan uang bulanan. Kalimat tersebut jelas salah karena memberikan anda sebuah sugesti bahwa anda sekarang sedang dalam posisi nyaman, sehingga anda merasa bahwa sudah nyaman dan tidak perlu melanjutkan sisa nasihatnya yaitu membuat bisnis atau usaha sendiri.(Udah nyaman kan ?, ya udah deh gak apa-apa) Ya itu kesalahannya, Padahal Saat ini anda sama sekali tidak nyaman. Coba fikir seberapa nyaman dan amankah anda ? Nyaman dan aman mari kita gabungkan sekarang agar lebih mudah untuk anda membayangkannya. Coba fikirkan dan renungkan lagi, apakah anda sekarang benar-benar berada dalam kondisi yang aman dan nyaman ?

Bagi saya, satu tahun yang lalu saya sedang dalam kondisi atau sebuah zona yang sangat amat berbahaya, ya saya hanya karyawan di sebuah perusahaan, seorang programmer yang dibayar perbulan. saya sadari saya bisa tua, saya bisa sakit, saya bisa bosan dalam bekerja, dan saya ingin lebih. Apakah perusahaan ini akan bertahan lama, apakah perusahaan tempat saya bekerja akan terus ada, apakah akan memberikan pensiun dan menjamin semua kebutuhan saya ?. Rasanya tidak! Disitulah saya menyadari betul bahwa saat itu saya sedang berada dalam zona bahaya. Masihkah anda merasa dalam Zona nyaman ?

Andaikan para motivator merubah kalimatnya menjadi “Anda sedang dalam zona bahaya dan ancaman, segeralah keluar dan buatlah bisnis kalian sendiri”, ya saya yakin akan banyak orang yang lebih sadar. Inilah salah satu point yang ingin saya bagi untuk kalian semua. Manusia biasanya jika dalam kondisi yang berbahaya dia akan berubah

Setelah saya mengundurkan diri atau keluar dari zona bahaya, nampaknya keputusan saya ini benar-benar di uji oleh Allah, saya ditinggalkan oleh kekasih saya pada masa-masa sulit, dan tidak hanya itu saya terus diberi latihan berupa sakit yang muncul bergantian berbagai jenis, dari mulai tipes, alergi, herpes, kerusakan pada lambung, helicobaccter pylori, skelosis, psoreasis, scabies, hingga gigi patah dan masih banyak lagi yang saya gak hapal. Saya yakin semua ini adalah latihan untuk menguatkan saya, semacam leadership training. Alhamdulillah saya cukup menikmati dan menghormati semua proses ini. Hadapi dengan Ikhlas dan Tawakal, ya itu salah satu benefit yang saya rasakan karena memiliki agama dan tuhan seperti Allah SWT.

Freelance IT

Tentu anda bertanya apa yang saya lakukan untuk mencapai kondisi aman dan nyaman. Setelah resign, Saya mencoba freelance mengerjakan project-project IT dari mulai harga ratusan ribu hingga milyaran rupiah, eh tapi tidak seindah yang kalian bayangkan, karena dari puluhan project yang benar-benar beres cuma 3 dengan jumlah kecil. Hingga saat ini banyak yang mengenal saya sebagai Adobe Community Champion dan Adobe User Group Manager, tapi bukan berarti saya bisa dengan mudah mendapatkan project. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan saya, saya juga bingung apa salahnya, coba saya jabarkan apa yang menjadi masalahnya.

Sistem project di Indonesia ini memang ada yang salah :

  1. Client maunya ketemu, ya wajar sih, tapi kadang ketemu bisa sampe berkali kali dan bahkan puluhan kali -_-! Jika setiap ketemu saja kita akan kehilangan setidaknya USD$6 dan beberapa jam waktu hilang untuk sekali pertemuan, yang padahal bisa pakai e-conferencing semisal Skype
  2. Diatas masih termasuk bagus karena clientnya tidak minta kita yang bayarin, ini biasanya untuk project yang jutaan keatas. Client minta di traktir ini itu, aneh kan ?
  3. Pajak Preman, biasanya ada saja preman yang minta uang hasil project 5-35%.
  4. Rampasan Preman, ini yang paling keterlaluan karena kita bisa dirampas hingga 80% dari nilai project. Waktu itu saya dapat project 1,2M untuk pengamanan pentagonnya indonesia, singkat cerita saya cuma dapat bersih 120jt. Udah gitu gak jadi pula, hasil presentasinya dicuri.
  5. Refisi Unlimited, client selalu punya cara untuk memintanya.

Ya mungkin Freelance IT memang tidak cocok untuk saya. Selamat bagi teman-teman freelance yang tidak mengalami nasib seperti saya. Lagipula hingga detik ini-pun saya masih tertatih-tatih karena faktor kesehatan, jadi mungkin kurang maksimal. Namun sepertinya saya harus berfikir kembali kemana saya harus melangkah, hingga akhirnya saya dipertemukan kembali dengan Pa Nazir.

Kisah Pa Nazir

Pasti sebagian orang pernah atau mungkin bosan dengan nama ini, Tapi tidak untuk saya. Sosok Pa Nazir bagi saya adalah sosok yang membuat hati saya bergetar dan sering membuat saya mengeluarkan air mata. Singkat cerita sewaktu S1, saya diberi nilai C oleh Pa Nazir, dan saat S2 bukan nilai C lagi yang saya dapat, justru saya sama sekali tidak diberi nilai oleh beliau. Saya tidak peduli sih, walaupun saya harus mengulang lagi semester depan, tapi saya sudah mendapatkan ilmu yang sangat berharga yaitu “inovasi”. walau saya tidak di ajari cara membuat inovasi itu, tapi saya bersumpah untuk mencoba melakukan inovasi, dan semoga disaat saya berhasil, belian belum dijemput oleh yang maha kuasa. Plis jangan mati dulu pa’, setiap saya doa, pasti saya doa biar pa nazir jangan mati cepat, bahkan doa ini lebih banyak dari doa kesembuhan saya.

Sosok Pa Nazir memberikan banyak inspirasi untuk saya, hingga saya kembali berfikir dan memutuskan untuk berhenti Freelance IT dan memulai untuk membuat sebuah inovasi.

Tandif

Sudah pukul 12:30 Malam pada saat saya menulis di blog ini, sehingga saya akan menceritakan intinya saja(mendadak kehilangan semangat menulis). Jadi jika kita simak dari awal, saya bekerja, lalu resign, kemudian freelance, dan sekarang adalah inovasi. Saya terfikir untuk membuat sebuah inovasi dimana dunia digital dapat dibersihkan dari hal negatif seperti porn, profanity, kekerasan, caci maki, dll, dan muncullah ide membuat Tandif. Saya mulai menolak semua tawaran Freelance yang datang dan mulai fokus riset filtering ini. Cukup menarik adalah disaat riset kita harus meminta izin terdapat orang tua. Saat itu saya menceritakan niat baik saya kepada Umi(Sebutan Ibu dalam bahasa Arab) untuk membuat filtering dan membutuhkan banyak referensi dan pengamatan terhadap hal-hal negatif. Berbekal niat baik itu, Ibu saya mengizinkan saya untuk bebas membuka hal tegatif di internet termasuk situs porno(mohon jangan gunakan ide yang sama untuk dapat membuka akses porno di rumah anda secara leluasa didepan orang tua). Dari riset tersebut banyak hal-hal menarik yang saya temui, dan berbagai metode saya ciptakan, hingga akhirnya saya berhasil merumuskan suatu cara yang sangat sederhana untuk merealisasikan teknologi yang dapat melakukan filtering hal-hal negatif. Anda bisa cek di http://tandif.com

Kini jika anda tanya, saya benar-benar tidak punya uang, bahkan untuk mewujudkan hasil riset ini pun saya harus meminjam uang yang tidak sedikit. Apapun proses-nya hormatilah, saya berharap semoga saya terus diberi kekuatan untuk bersyukur dan menikmati semua proses ini.

Investor

Ya ada kemajuan kalau dibaca dari awal, saya diberi kesempatan bertemu dengan seorang Investor, beliau mungkin cukup disegani pastinya di kancah dunia StartUp Company. Namun setelah bertemu dan menjelaskan plan tandif ini, saya cukup terkejut karena mendapatkan sikap yang sangat menarik dari beliau, ide saya tidak dihargai dan dinilai tidak ada buktinya, bahkan dia tidak tahu marketnya apa dan akan seperti apa. Dia juga merubah sikapnya terhadap saya setelah itu, semacam melihat anak kecil yang ingusan.

Ya mungkin saya anak ingusan, tapi setidaknya saya menghormati proses, bahkan dia tidak menghormati saya. Dengan sedih saya pulang dan berfikir kembali, mungkin ini juga bagian dari ujian. Selang 1 minggu setelah kejadian itu, saya bertemu seorang investor lainnya secara tidak sengaja di sebuah tempat makan, dan menceritakan ide saya. Investor itu pun ingin menemui saya kembali untuk mendengar presentasi saya. Akhirnya saya pun diberi kesempatan untuk menjelaskan ide saya secara lebih detail, dan Saya cukup kaget mendegar ucapan beliau, “Saya heran bagaimana si investor yang pertama itu bisa sebodoh itu menolak ide briliat kamu”. Alhamdulillah proses selama ini mulai terlihat checkpoint-nya, namun semua belum berakhir, karena Tandif belum launching :) Bahkan jika nanti Tandif tidak sukses saya tidak akan berhenti untuk terus maju, karena mungkin  proses-nya belum selesai.

Kesimpulan

Hingga saat ini yang saya tulis adalah sebuah proses bukan sebuah kesuksesan dari proses itu, tapi kita semua patut menghargai proses tanpa mengeluh dan tetap menjunjung tinggi semangat dan kejujuran. Berhentilah mendengarkan motivator, anda mampu menjadi motivator diri anda sendiri.